Senin, 06 Agustus 2012

Karya Tulis Ilmiah tentang Pemanfaatan Sampah Plastik


PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BARANG BERNILAI GUNA






Oleh:
Indri Kusuma Dewi ( X-7/14 )
Rahma Dini Maghfirotul Laily ( X-7/25 )







 

R-SMA-BI SMAN 2 LUMAJANG
Jl. HOS Cokroaminoto 159 Lumajang 67311
Semester II
Tahun Pembelajaran 2011 / 2012

KATA PENGANTAR

Segala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas karya tulis yang berjudul “ Pemanfaatan Sampah Plastik menjadi Barang Bernilai ” dengan baik sesuai dengan waktu yang telah kita tentukan.
Tulisan ini adalah hasil wawancara di RW 8 Pal 10 kecamatan Tempeh, kabupaten Lumajang yang telah penulis lakukan selama 25 Mei 2012. Dalam melaksanakan tugas akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia disertai dengan analisa dan kesimpulan serta hal yang lain sesuai dengan tugas.
Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dengan adanya penyusunan karya tulis seperti ini, wawancara yang penulis laksanakan dapat tercatat dengan rapi dan dapat kita pelajari kembali pada kesempatan yang lain untuk kepentingan proses belajar kita terutama dalam bidang daur ulang sampah.
Bersama ini penulis juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya tugas ini, terutama kepada Bapak Amir Pribadi,S.Pd sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah memberikan banyak saran, petunjuk dan dorongan dalam melaksanakan tugas ini, juga rekan-rekan pelajar semua. Semoga segala yang telah kita kerjakan merupakan bimbingan yang lurus dari Yang Maha Kuasa.
Dalam penyusunan tugas ini tentu jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan tugas ini dan untuk pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan tugas-tugas yang lain di masa mendatang. Semoga dengan adanya tugas ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan.


Lumajang, 17 Mei 2012

Penulis


i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................ i
Daftar Isi ......................................................................................................  ii
I.         PENDAHULUAN ................................................................................  1-6    
A.       Latar Belakang ................................................................................  1-2
B.       Kajian Teori  3.................................................................................
C.       Rumusan Masalah ...........................................................................  4
D.       Tujuan .............................................................................................  5
E.        Metode ............................................................................................  6
II.      ISI ..........................................................................................................  7-11
A.       Hasil Wawancara ............................................................................  7-9
B.       Pengolahan Data .............................................................................  10-11
III.   PENUTUP ............................................................................................  12-13
A.       Kesimpulan .....................................................................................  12
B.       Saran-Saran .....................................................................................  13
LAMPIRAN ................................................................................................
1.        Daftar Pertanyaan
2.        Foto
DAFTAR PUSTAKA












i

1
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton;
Di negara-negara berkembang komposisi sampah terbanyak adalah sampah organik, sebesar 60 – 70%, dan sampah anorganik sebesar ±  30%. Sampah sering dianggap sebagai sesuatu yang mengotori lingkungan terutama sampah anaorganik.Sampah anorganik dikatakan mengotori lingkungan karena tidak bisa membusuk. Akan tetapi anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Tidak selamanya sampah anorganik mengotori lingkungan. Sampah anorganik tidak akan mengotori lingkungan jika dikelola dengan baik. Pemanfaatan sampah anorganik dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang. Pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastik, kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam kemasan kepada pengepul.
Sampah anorganik tersebut dicuci dan dibersihkan. Setelah itu dipotong kemudian dibentuk menjadi sedemikian rupa yang menghasilkan kerajinan tangan dari sampah anorganik. Sampah anorganik itu dibuat kerajinan tangan dengan cara dijahit maupun diberi lem. Hasil kerajinan

1
2
tangan yang dibuat berupa tas, anting-anting, bros, anyaman, bunga, dompet, aneka hiasan rumah dan sebagainya. Oleh karena itu, kami tertarik untuk membuat karya tulis yang berjudul “ Pemanfaatan Sampah Plastik menjadi Barang Bernilai ”





























B.  Kajian Teori
Dalam kajian teori ini, akan dijabarkan secara jelas masalah tentang sampah. ”Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemilik semula” (Tandjung, Dr. M.Sc.,1982). ”Sampah adalah sumber daya yang tidak siap pakai ”(Radyastuti, W. Prof. , Ir, 1996)
Sampah menurut asal zat yang di kandungnya, secara garis besar sampah dibagi menjadi 2 kelompok yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, misalnya sisa sayuran, buah-buahan dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari benda mati, misalnya plastik, kertas, kaca, kaleng dan besi. Sampah anorganik banyak yang sulit hancur dan sulit diolah. Untuk mengolah sampah ini memerlukan biaya dan teknologi tinggi.
Dilihat dari sumbernya, sampah  bisa dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sampah rumah tanfga adalah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, sampah industri, meliputi buangan hasil proses industri, dan sampah makhluk hidup, segala jenis benda buangan dari makhluk hidup. (Amri.2008. ” Sulap Sampah Jadi Barang Bermanfaat”(online)),
Sampah anorganik yang sulit diuraikan akan menimbulkan masalah serius dalam kaitannya dengan pencemaran lingkungan terutama pencemaran tanah, bakteri pengurai di dalam tanah tidak dapat menguraikan misalnya kaleng, kayu, besi, dan plastik. Sedangkan untuk sampah organik tidak ada masalah dalam penguraiannya, bakteri pengurai mampu menguraikannya.
Sampah anorganik yang terbagi menjadi sampah rumah tangga, sampah industri, dan sampah makhluk hidup. Intensitas pencemarannya sangat tinggi dan selanjutnya menimbulkan kerugian untuk masyarakat, sampah rumah tangga misalnya setiap hari kita diposisikan sebagai produsen sampah yang senantiasa memproduksi sampah terus-menerus. Sampah jenis ini akan terus bertambah seiring dengan barang kehidupan sehari-hari yang digunakan.

3
C.  Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian latar belakang masalah tersebut, muncullah permasalahan sebagai berikut.
1.      Apa dampak negatif serta manfaat dari sampah organik dan sampah anorganik ?
2.      Bagaimana cara mengelola sampah anorganik ?
3.      Bagaimana solusi untuk menyelesaikan masalah sampah ? 

















4
D.  Tujuan
Tujuan dari karya tulis ini adalah :
1.      Mengetahui cara mendaur ulang sampah plastik
2.      Mengetahui manfaat mendaur ulang sampah plastik
3.      Mengatahui solusi dari permasalahan sampah




















5
E.   Metode
Pada karya tulis ini, Penulis menggunakan 3 metode penelitian, yaitu metode observasi  ( pengamatan ), interview ( wawancara ), dan dokumentasi.
1.      Observasi  ( pengamatan ),
Penulis  mengadakan pengamatan secara langsung terhadap obyek penelitian yang merupakan sumber data, sehingga data yang diperoleh benar -  benar bersifat obyektif, Observasi atau pengamatan ini dilakukan di RW 8 Pal 10 kecamatan Tempeh, kabupaten Lumajang.
2.      Interview ( Wawancara ),
Penulis melakukan wawancara langsung dengan seseorang  dari obyek yang kami teliti. Interview atau juga wawancara seperti halnya teknik observasi dilakukan secara bersamaan di RW 8 Pal 10 kecamatan Tempeh, kabupaten Lumajang.
3.   Dokumentasi,
Penulis  melakukan dokumentasi berupa foto – foto benda pakai yang berasal dari sampah plastik beserta foto – foto kami pada saat melakukan penelitian di RW 8 Pal 10 kecamatan Tempeh, kabupaten Lumajang

Dari ketiga metode tersebut, penulis lebih dominan menggunakan metode interview ( wawancara ). Metode Observasi ( pengamatan ) dan metode dokumentasi hanya pendukung saja.









6
2
ISI
A.      Hasil Wawancara
Dini &Indri    : Assalamu,alaikum,Pak!
Dini               : Maaf,Pak sebelumnya kami mengganggu waktu Bapak
Indri              : Begini,Pak, maksud kami datang kemari adalah untuk mewawancarai Bapak tentang  usaha daur ulang sampah plastik
Pak  Udin      : Oh,ya tidak apa-apa, justru saya senang
Dini               : Sejak kapan Bapak mendirikan usaha ini?
Pak Udin       : saya mulai tertarik dengan usaha ini, kira-kira dari tahun 2001
Dini               : Wah, sudah cukup lama,ya Pak. Ehm, mengapa Bapak tertarik untuk memilih usaha yang bahan utamanya adalah sampah?
Pak Udin       : Ya, selain bahannya mudah di dapat, saya prihatin tentang keadaan alam sekarang, karena  masyarakat banyak tidak peduli tentang kelestariannya. Buktinya banyak dari mereka yang membuang sampah sembarangan. Nah, dari situlah saya mulai ada keinginan untuk memulai usaha ini. Kebetulan saya juga menyukai keterampilan
Indri              : Lalu bahannya bapak peroleh dari mana?
Pak Udin       : Dalam usaha ini saya tidak terlalu sulit untuk menjari bahan. Saya berusaha mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah, terutama sampah plastik ke sembarang tempat. Melainkan sampah itu di tempatkan saja di rumah agar menjadi barang yang lebih berguna. Namun jika persediaan sampah plastik kurang untuk kebutuhan produksi, maka saya akan membeli sampah tersebut ke pengepul.
Dini               : Sampah plastik jenis apa yang Bapak gunakan?

7
8
Pak Udin       : Saya biasa memakai sampah plastik dari deterjen atau bungkus makanan seperti plastik mie instan dan makanan ringan lainnya. Namun kadang kala saya juga menggunakan plastik seperti botol atau gelas aqua untuk jenis produk yang berbeda.
Indri              : Untuk membuka usaha semacam ini berapakah modal yang pak Udin butuhkan?
Pak Udin       : Sebenarnya tidak terlalu membutuhkan modal yang besar untuk membuka usaha seperti ini, karena bahannya murah dan mudah didapat. Hanya saja menurut saya modal yang paling besar untuk membuka usaha ini adalah keterampilan dalam mengubah barang tak berguna menjadi bernilai kembali.
Dini               : Produk apa saja yang sudah berhasil Bapak produksi?
Pak Udin       : Alhamdulillah dengan bantuan keluarga saya sendiri, saya mampu menghasilkan beberapa produk daur ulang seperti tas, dompet,kotak pensil, tempat pensil,dan tudung saji
Indri              : Berapa harga dari semua produk daur ulang yang Bapak jual?
Pak Udin       : Harganya berkisar dari 5rb sampai 35rb untus semua jenis produk yang saya hasilkan.
Dini               : Biasanya di mana Bapak menjual produk ini?
Pak Udin       : Saya menjual di rumah, namun biasanya juga titipkan ke toko di Pasar Tempeh             
Dini               : Produk apa yang paling diminati oleh pembeli?
Pak Udin       : Biasanya yang paling diminati adalah tas. Karena rata-rata yang membeli barang saya adalah buruh pabrik. Kebetulan tetangga saya banyak yang bekerja sebagai buruh pabrik.
Indri              : apa alasan mereka lebih memilih tas buatan Bapak?
Pak Udin       : Ya, menurut mereka harga tas yang saya buat relatif murah dan lumayan tahan lama.
9
Indri              : Oh, ya ,Pak bagaimana proses membuat produk daur ulang?Mungkin cara Bapak dapat menjelaskan kepada kami cara membuat tas, yang kelihatannya lebih sulit dari produk lainnya?
Pak Udin       : Begini, pertama kumpulkan sampah plastik. Kemudian, cuci sampai bersih. Kedua, potong sampah tersebut menjadi bentuk persegi panjang dan ukurannya sesuai dengan yang diinginkan. Ketiga, Lipat menjadi tiga bagian. Keempat, ambil dua potongan sampah yang sudah dilipat, kemudian bentuklah menjadi sebuah anyaman. Setelah itu dijahit sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Sebenarnya untuk membuat kerajinan seperti ini tidak sulit untuk pemula, Namun memang membutuhkan sebuah ketelatenan agar mendapat hasil yang bernilai jual.
Dini               : Wah, ternyata harus membutuhkan ketelatenan untuk membuat barang kelihatan rapi. Bapak sudah menceritakan kepada kami bagaimana usaha yang Bapak geluti sampai saat ini. Lalu bagaimana suka duka Bapak selama ini?
Pak Udin       : Tentunya suka duka itu ada. Namun Lebih banyak sukanya, karena saya mendirikan usaha ini atas panggilan hati yang ingin agar alam ini dapat lestari dan bebas dari sampah yang merugikan. Jika ditanya dukanya, ya, mungkin produk saya ini kurang diminati oleh masyarakat luas, karena saya tahu bahwa masyarakat lebih suka membeli barang yang bahannya berkualitas dan tentunya bukan daur ulang. Sebab kebanyakan pembeli yang membeli produk saya adalah masyarakat menengah ke bawah.
Indri              : Pak kami berterimakasih banyak, karena Bapak bersedia membagi kisah usaha Bapak kepada kami.
Pak Udin       : Ya, sama-sama,Nak!
Dini               : Kalau begitu kami pamit dulu,Pak
Dini & Indri  : Assalamu’alaikum!
Pak Udin       : Wa’alaikum salam!
B.       Pengolahan Data
Dalam wawancara kami bersama Pak Udin, beliau adalah pendiri usaha daur ulang sampah plastik, kami telah mendapat banyak informasi mengenai bagaimana usaha ini dapat berdiri. Usaha daur ulang sampah plastik ini didirikan pada tahun 2001. Bapak Udin menuturkan bahwa keputusan beliau untuk mendirikan usaha ini merupakan bentuk keprihatinannya terhadap keadaan alam sekarang. Banyak masyarakat yang kian tak peduli terhadap kelestariannya. Hal ini terbukti bahwa banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Apalagi sampah yang mereka buang adalah sampah yang sulit diuraikan di dalam tanah.
Produk daur ulang ini berbahan utama sampah plastik. Biasanya beliau membuatnya dari plastik deterjen, bungkus makanan ringan, botol dan gelas air mineral.Untuk mendapatkan Sampah-sampah tersebut, Pak Udin bekerja sama dengan warga sekitar, apabila mereka mempunyai sampah plastik bekas, maka diletakkan saja di rumahnya dan jangan sampai di buang sembarangan. Ide ini merupakan salah satu usaha Pak Udin untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Namun jika persediaan dari warga sekitar kurang mencukupi, maka beliau membeli ke pengepul.
Menurut beliau, untuk mendirikan usaha seperti ini tidak memerlukan modal yang besar, karena bahannya murah dan mudah dijumpai. Justru modal yang besar bukan dinilai dari berapa banyak uang yang dikeluarkan. Namun modal yang harus kita miliki keterampilan untuk membuat sesuatu yang tidak berguna menjadi benba bernilai guna.
Selama lebih kurang sebelas tahun ini, beliau sudah berhasil membuat produk seperti tas, dompet, kotak pensil, tempat pensil, dan tudung saji. Sementara harga barang yang dijual Pak Udin relatif marah, yaitu berkisar dari 5rb sampai 35rb. Barang-barang tersebut beliau jual langsung di rumahnya, namun beliau juga menitipkan barangnya ke toko di pasar Tempeh.
Dari semua produk yang beliau ciptakan, tas adalah produk yang paling diminati.Pembeli biasanya merupakan buruh pabrik. Karena kebetulan di sekitar rumah Pak Udin banyak yang bermata pencaharian sebagai buruh pabrik. Menurut Pak Udin, alasan mereka ledih memilih produknya adalah karena harganya relatif murah dan lumayan tahan lama.
Pak Udin juga menjelaskan kepada kami tentang proses pembuatan tas, yang cara pembuatannya paling sulit diantara produk lainnya. Pertama kita kumpulkan sampah plastikterlebih dahulu. Kemudian, cuci sampai bersih.
10
11
Kedua, potong sampah tersebut menjadi bentuk persegi panjang dan ukurannya sesuai dengan yang diinginkan. Ketiga, Lipat menjadi tiga bagian. Keempat, ambil dua potongan sampah yang sudah dilipat, kemudian bentuklah menjadi sebuah anyaman. Setelah itu dijahit sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Beliau juga menuturkan bahwa sebenarnya dalam membuat keterampilan seperti ini tidak sulit bagi pemula. Namun kita harus memiliki ketelatenan agar mendapat hasil yang bernilai jual.
Pak Udin adalah orang yang sangat mencintai pekerjaannya. Terbukti beliau merasa lebih banyak suka daripada duka yang beliau alami. Karena usaha yang beliau dirikan selama sebelas tahun merupakan panggilan hatinya yang ingin agar alam ini dapat lestari dan bebas dari sampah yang merugikan. Namun beliau juga menuturkan dukanya dalam menggeluti usaha ini.Menurut beliau,  produknya kurang diminati oleh masyarakat luas, karena beliau mengerti bahwa masyarakat lebih suka membeli barang yang bahannya berkualitas dan tentunya bukan daur ulang. Dan kebanyakan pembeli yang membeli produknya  adalah masyarakat menengah ke bawah.



















3
PENUTUP
A.   Kesimpulan












12
B.    Saran-Saran
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis mempunyai beberapa harapan, yaitu:
Diharapkan Pemerintah ikut mengembangkan usaha Ibu Soelistyowati, supaya sampah anorganik ( sampah yang sulit terurai ) tidak menjadi masalah sosial lagi di lingkungan sekitar sekaligus usaha tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi para pengangguran.
  Diharapkan pembaca tidak membuang sampah anorganik, melainkan mendaur ulang sampah tersebut menjadi barang yang bernilai, sehingga pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah anorganik dapat dikurangi.















13
LAMPIRAN
1.    Daftar Pertanyaan













2.     Foto-Foto
 Hasil Karya
 







 Suasana di Toko








 Suasana di tempat pengolahan






















DAFTAR PUSTAKA

Tatang, Atep dkk. 2009.Bahasa Indonesia Bahasa Negeriku 1.Solo:Platinum